Beranda > TASAWUF (penyucian hati) > Allah lah yang menyembuhkan penyakit

Allah lah yang menyembuhkan penyakit

Suatu hari nabi Musa alaihis salam mengalami sakit gigi (bagi yang pernah betul2 sakit gigi lebih faham betapa tidak enak dan ‘so annoying’nya sakit gigi).

Ada pepatah Arab mengatakan
-Tidak ada sakit yang seperti sakit gigi, dan tidak ada nikmat seperti nikmatnya pengantin baru..-

Beliau pun juga merasakan sakit yang sama. Akhirnya beliau mengadu kepada Allah atas sakitnya dan meminta kesembuhan kepada Allah..
Akhirnya beliau diperintahkan untuk pergi berjalan ke suatu daerah (kesembuhan ada jalannya, ada sebab2nya, bahkan Rasulpun diperintahkan ikhtiar oleh Allah ketika mencari kesembuhan). Singkat kata Musa alaihis salam pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh Allah. Seperti kita tahu, beliau merupakan rasul yang dikaruniai mujizat kesempatan untuk bercakap secara ‘langsung’ kepada Allah, sehingga diberi gelar mulia Kalamullah.
Sesampainya di tempat yang dimaksud, Allah memerintahkan untuk mengambil rumput yang ada di tempat tersebut kemudian memakannya..
Musa alaihis salam pun melakukannya, dan berselang kemudian beliau pun sembuh..

Beberapa waktu kemudian Musa alaihis salam merasakan sakit gigi kembali. Beliau mengingat betapa manjurnya rumput d suatu tempat yang pernah beliau datangi dahulu dan berharap rumput itu akan menyembuhkannya. Beliau mendatangi tempat yang dulu pernah beliau datangi, kemudian memakannya.
Tapi yang terjadi justru tidak seperti yang diharapkan. Sakit gigi beliau justru tambah parah..
Musa alaihis salam menanyakan hal itu kepada Allah. Barangkali rumput yang beliau makan sekarang berbeda dari rumput yang dahulu.
Jawab Allah: rumput yang engkau makan sekarang sama dengan rumput dahulu. Engkau dahulu meminta kesembuhan kepadaKu, maka Kuberikan kesembuhan. Sedangkan sekarang Engkau mengharapkan kesembuhan kepada rumput, maka mintalah kepada rumput itu untuk menyembuhkanmu..

Dalam menjalani praktek pengobatan, hati dan niat kita (juga pasien) sangat menentukan kesembuhan pada pasien.. pengobatan yang dilandasi niat yang baik, hati yang berharap dan bergantung kepadaNya akan membawa berkah. Ilmu obat2an diturunkan Allah kepada manusia sebagai rahmat, supaya manusia bisa bersyukur saat sehat, sebagaimana bersabar saat sakit. Dengan ilmu Allah itulah kita berikhtiar, semoga Allah memberkahi pengobatan kita, semoga pasien dikaruniai kesehatan sehingga dapat menunaikan ketaatan kepada Allah..bismillah..
Akan tetapi bila hati takabur, merasa pengobatan paling baik sendiri, paling modern, paling mahal obatnya, hal ini justru menghambat kesembuhan pada pasien.
Seorang dokter di jogja yang sangat laris sekali pernah ditanya mengapa pasien sampai berjubel banyaknya. Beliau menjawab, ketika saya mengobati pasien, saya tidak berniat mencari uang, saya hanya berharap bisa membantunya, menolongnya semampu saya..
Dengan pengobatan yang baik (mengamalkan SESUAI dengan ilmu yang telah diketahui), banyak2 berharap pada Allah, insyaAllah ilmu akan bermanfaat, pasien cepat sembuh, jarang terkena masalah, dan rizqi lebih barakah. Berbarakah-tetapnya KEBAIKAN pada suatu hal-.

‘Dan bila aku sakit, maka DIA-lah yang menyembuhkanku’

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: