Beranda > MANAQIB (biografi) > Biografi Ulama – Habib Ali bin Jakfar Alaydrus

Biografi Ulama – Habib Ali bin Jakfar Alaydrus

Kamis sore, 13 Mei 2010 telah meninggal dunia H. Ali bin Jakfar Alaydrus rahimahullah.

Beliau sudah dianggap guru rujukan bagi para ulama besar dan orang-orang yang dalam keyakinannya kepada Allah, misalnya H. Hasan bin Abdullah Assyatiri rahimahullah, Al Allamah Al Musnid H. Muhammad bin Alwi Al Malikiy Rahimahullah, juga para Tokoh ulama saat ini seperti Al Allamah Al Musnid H. Umar bin Hafidh, Al Allamah Al Musnid H. Salim bin Abdullah Assyatiri, Al Allamah Almusnid H. Zein bin Ibrahim bin Smeith, dan banyak lagi para tokoh ulama dan para Musnid Hadits berkunjung silaturahmi pd beliau, tiadalah satu dari mereka kunjung ke Malaysia mestilah bersilaturahmi pada beliau.

——————-
– Al Musnid adalah ulama yang banyak hafal sanad hadits, bila menyebutkan hadits, tidak merujuk pada kitab (shahih bukhari, shahih muslim, dsb) tetapi menyebutkan sanad haditsnya. Banyak hadits2 yang belum dibukukan, tetapi sampai sekarang masih dihafal dan diriwayatkan oleh mereka al musnid.

– Misalnya H. Umar b Hafizh, hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matan (isi) hadits, sehingga digelari Al Hafizh (dalam ilmu hadits). Penulis tidak mendapati ulama sekarang yang lebih alim dari beliau. Banyak ulama sekarang berpendapat beliau adalah sulthonul ulama (rajanya para ulama) zaman sekarang. Bila seluruh buku2 dan CD hadits saat ini dikumpulkan, maka jumlah seluruh hadits yang tercatat tidak akan sampai 100.000.
——————

Kembali kepada almarhum, beliau orang yg sangat sederhana, dengan rumah yg sangat kecil, sempit dan tergolong rumah dari rakyat jelata kalangan fuqara, ruang tamunya tak pernah kosong dari ratusan botol air aqua dari para tamu yg meminta air doa dari beliau, beliau sangat santun pada para tamu dari segala kalangan, kalangan kaya, miskin, ulama, awam, dan siapapun, jika mereka kunjung pada jam makan, maka tamunya tak diizinkan pulang sebelum makan bersama beliau, dan salah satu sifat rendah hati yg sangat mengagumkan pada pribadi beliau adalah selalu meminta doa dari tamunya, tak mau beliau berdoa kecuali tamunya yg berdoa, jika tamunya tak mau berdoa maka tak diizinkan pulang, demikian santun budi pekerti beliau.

—————–
Membacakan ayat Al Qur’an pada air putih, kemudian diminumkan pada orang sakit adalah sunnah Nabi, dapat dibaca pada hadits2 shahih dalam kitab Riyadhus Shalihin susunan Imam Nawawi, dll.
—————–

Al habib Ali bin Jakfar alaydrus ini pernah lama tinggal di Subang Jawa barat, Indonesia dimasa kecilnya,

Suatu pengalaman, bahwa H. Munzir Musawwa, (pimpinan Majelis Rasulullah Jakarta) sering kunjung pada beliau jika kunjung ke Malaysia, beliau sangat gembira jika H. Munzir datang, beliau selalu tersenyum gembira, lalu H. Munzir minta doa beliau maka beliau berdoa, biasanya selalu beliau menolak untuk berdoa kecuali tamunya yg mesti berdoa, namun permintaan kali ini tak ditolak oleh beliau, seraya mengangkat tangannya setinggi tingginya hingga keatas kepala, kedua telapak tangannya dipadukan, dan wajah beliau menunduk.., lalu suara rintih keluar dari bibirnya tak bisa dipastikan apa yg diucap, benar benar gerakan doa yg menggambarkan posisi yg sedang sangat mengemis pd Yang Maha Luhur…, belum pernah H. Munzir lihat orang berdoa dg posisi sekhusyu dan seperti ini dalam merendahkan diri pada Allah swt..

Setelah itu H. Munzir pamitan, H. Munzir berkata lembut : “saya pamit wahai habib..”, beliau menunduk dan berkata lembut pula : “tidak makan dulu kah?”, H. Munzir menjawab : “saya pamit jika habib ridho”, beliaupun berdiri mengizinkan kepergian kami, lalu terbersit dihati H. Munzir : “aku terbebani hutang sangat besar karena masalah perluasan dakwah di Indonesia, mudah mudahan kedatanganku kesini bisa membuat Allah menyelesaikan masalah hutang2ku.., beban beratku ini kutumpahkan pada habib Ali, semoga Allah swt meringankanku”, demikian renungan H. Munzir sambil melangkah keluar kediaman beliau..

Saat itu H. Munzir tidak sendiri, ada beberapa orang yg bersamanya, mereka berkata : “kami sering kunjung kesini, belum pernah habib Ali mau berdoa kecuali saat kamu yg memintanya, belum pernah habib Ali izinkan kami pamitan diwaktu makan kecuali saat kamu yg minta izin pulang..”, dan salah satu diantaranya adalah seorang pengusaha sukses, maka saat H. Munzir dan rombongan sudah keluar rumah, beliau memanggil orang itu, dan membisikinya sesuatu, lalu beliau masuk rumah..

Orang tsb mendatangi H. Munzir, dan berkata : “Habib Ali berkata pada saya, kamu punya hutang dakwah yg besar dan berat yg harus dibayarkan, saya diperintah habib Ali untuk melunasi semua hutangmu”

H. Munzir kaget dan berpaling pd beliau, ternyata beliau sudah masuk rumah menutup pintu.., subhanallah..

Sekali waktu H. Munzir datang silaturahmi, kepala H. Munzir penuh dengan permasalahan dakwah yg bagai gunung menindih, kesibukan, masalah perluasan, pengaturan dll, maka ia datang dg lemah, duduk dihadapan beliau, maka H. Ali Ja’far diam, diam, lalu menggeleng2kan kepala beliau, lalu menangis, dan berkata : Berat… berat.., sambil mengipasi dirinya dg kipas ditangannya dan mengipasi H. Munzir pula.., tak lama H. Munzir pamit begitu saja, beliau H. Ali Ja’far berdoa lagi. Maka belum sampai H. Munzir di Jakarta seluruh masalah dakwah telah terselesaikan. Ini adalah kisah nyata dahsyatnya doa shalihin.

Pernah suatu kali Alm. Al Allamah Almusnid H. Muhammad bin Alwi Al Malikiy rahimahullah (ulama Saudi Arabia) kunjung pada beliau, sepanjang jalan ia berbicara tentang rindunya pd Rasulullah saw, maka ketika sampai dikediaman H. Ali Ja’far, maka semua tamu tidak diperkenankan masuk, kecuali Al Allamah H. Muhammad Al Malikiy, mereka masuk berdua cukup lama, lalu keluarlah Al Allamah H. Muhammad Al Malikiy rahimahullah dg airmata yg bercucuran.., seraya berkata : hajat saya sudah terkabul… terkabul.. terkabul.., sambil menutup wajah beliau tanpa berkata kata pada siapapun atas apa yg terjadi didalam

Kamis sore 13 mei Al Arif billah Alhabib Ali bin Jakfar Alaydrus rahimahullah menghembuskan nafas yg terakhir… khususnya seluruh para habaib di Malaysia gempar, dan dunia para habaib sepuh pun gempar terkena kabar duka ini..

—————-
Habaib adalah para keturunan Rasulullah. Adalah perintah Allah untuk menghormati keturunan Rasul. Di antara mereka ada yang ulama, ada yang bukan. Maka selayaknya kita lebih menghormati ulama yang keturunan Rasul daripada ulama biasa yang bukan keturunan Rasul. Karena ini adalah perintah Allah dalam Al Qur’an dan hadits shahih. Selain itu, adalah insting normal manusia bila mencintai Rasulullah, pasti akan mencintai semua yang berhubungan dengan Rasulullah, misalnya kotanya, keluarganya, keturunannya, kebiasaannya, dll. Tetapi tentunya kita lebih menghormati ulama biasa yang bukan keturunan Rasul daripada keturunan Rasul tapi bukan ulama. Lebih menghormati karena ilmunya.
—————-

Adalah Rasul saw bersabda : “Para shalihin wafat satu demi satu, tersisalah sisa sisa sampah tak berarti dimata Allah, dan Allah swt tak perduli lagi dg keadaan mereka” (Shahih Bukhari).

Maksud hadits ini adalah keberadaan para shalihin menguntungkan bumi, mereka terus berdoa untuk keselamatan ummat, pengampunan untuk para pendosa, terus beribadah pada Allah swt hingga Allah swt banyak menyingkirkan musibah sebab doa dan rintihan mereka, maka jika mereka tiada, Allah swt tak lagi melihat sisa penduduk dunia karena mereka tak perduli dg Allah swt, maka Allah swt tak perduli lagi musibah musibah yg akan diturunkan pada mereka, entah musibah atau kenikmatan, entah cobaan atau kekacauan.

Rabbiy,, bangkitkan para pengganti dari para shalihin kami yg terus wafat dan wafat, munculkan kembali generasi para shalihin yg menjadi paku penahan musibah bagi ummat, muliakan Guru tercinta yg mulia ini dipangkuan Kelembutan dan Keridhoan Mu, dan sertakan kami dalam pembagian waris dari keluhuran beliau disisi Mu, amiin..

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: