Beranda > TASAWUF (penyucian hati) > ALLAH MENGETAHUI YANG TIDAK KITA KETAHUI

ALLAH MENGETAHUI YANG TIDAK KITA KETAHUI

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saudara saudariku yang kumuliakan,
Di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ada seorang bersedekah, ia mengumpulkan uang dan ingin mendapatkan pahala “shadaqah sirr” yaitu pahala Sedekah secara sembunyi – sembunyi, tidak di ketahui orang lain. Ia pun mengumpulkan uang, lalu malam – malam ia menutup wajahnya dengan kain, dia mencari orang yang berhak.

Lalu ia lihat ada seorang yang termenung di malam hari, diam saja, duduk saja, tidak bicara, tidak apa duduk saja di pinggir jalan, pikir orang yang ingin sedekah tersebut:

“ini orang yang tidak mampu, tengah malam masih belum tidur, masih duduk di sini”

maka di lemparkannya uang itu pada orang itu dan ia pun pergi melarikan diri supaya orang yang diberi itu tidak tau siapa yang memberi, maka keesokan harinya pemberi sedekah gembira, karena sudah sedekah dengan sedekah sembunyi – sembunyi, akan tetapi esok harinya dapat kabar bahwa gempar kampung karena seorang pencuri dapat harta di beri orang yang tidak di kenal, akhirnya si pemberi sedekah berkata :

“Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku mau sedekah sembunyi – sembunyi, ternyata yang ku beri pencuri”,

ternyata yang diberinya adalah pencuri yang sedang menunggu kesempatan untuk mencuri, menanti waktu untuk mencuri, dikiranya seorang Fuqara padahal ia pencuri.

ia berkata lagi, “tetapi aku tidak akan berhenti, aku akan lanjut lagi”

ia pun mengumpulkan uang lagi, setelah terkumpul ia keluar lagi di malam hari.
Lantas ia melihat seorang tua renta, yang berjalan tertatih – tatih dengan tongkatnya, pelan – pelan jalannya tidak ada yang menemaninya, tidak ada yang mendampinginya,

“ini pasti orang susah”

dia lemparkan uang itu dalam sebuah kantong kepada orang tua itu dan dia pun lari pergi, keesokan harinya gempar karena orang terkaya di kampung itu, yang paling kikir, semalam dapat sedekah sembunyi – sembunyi, maka ia pun berkata :

“Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku jadi memberi orang yang paling kaya, yang paling kikir, tidak berguna sedekahku”

yang pertama sedekahnya di berikan pada pencuri, yang ke dua ternyata salah beri juga, di berikan kepada orang yang kaya dan paling kikir.

Tapi dia tidak kapok, ketiga kalinya dia berbuat dia mencari wanita saja, dia lihat

“nah ini wanita sedang duduk”

maka di berikan padanya harta itu dan keesokan harinya, gempar lagi kampung itu, seorang pelacur mendapatkan sedekah yang sembunyi – sembunyi, ia katakan

“Yaa Rabb cukup 3 kali, Wahai Allah sudah cukup ini, pencuri yang kuberi, yang kedua orang kaya paling kikir yang ketiga pelacur, sudah aku tidak mau bersedekah lagi.”

Maka Allah subhanahu wata’ala tunjukan beberapa tahun kemudian, bahwa Allah subhanahu wata’ala membukakan kemuliaan dari uang halal yang ia berikan. Itu jauh lebih baik dari pada maksud yang dia kehendaki.

Ia ingin memberi kepada orang Fuqara, tapi Allah sampaikan uangnya pada pencuri. Seorang pencuri biasanya makan uang haram, tetapi malam itu pencuri dapat uang halal dari si pemberi sedekah, karena si pemberi sedekah ingin sedekah sembunyi – sembunyi.

Hati – hati hadirin hadirat, karena harta yang haram itu mempengaruhi tubuh kita, harta yang halal juga mempengaruhi, harta yang halal akan mempengaruhi kita untuk ingin beribadah. Maka pencuri itu mendapatkan harta halal ini dia bersyukur.

“Subhanallah, aku selama ini terus menerus mencuri sekarang Allah beri”

Pencuri pun Taubat,

Beberapa waktu kemudian si penyedekah sembunyi-sembunyi setelah sekian tahun dia dengar kabar ada seorang wali Allah yang wafat maka ia mendatangi jenazahnya,

“ini kalau tidak salah pencuri yang dulu ku beri, dulu pencuri”.

Kemudian dia bertanya pada orang di sekitarnya, “ini orang asal muasalnya bagaimana?”

Orangpun menjawab “dulu dia pencuri, tetapi gara – gara ia dapat uang di tengah malam, di beri oleh seorang penyedekah yang tidak ia kenal, akhirnya dia Taubat sampai dia menjadi Wali Allah subhanahu wata’ala”,

Pensedekah berkata “Subhanallah”

Allah menyampaikan derajatnya menjadi Wali Allah dari harta orang ini karena sedekahnya sembunyi – sembunyi dan ikhlas niatnya walaupun nyampainya kepada pencuri.

Yang kedua, maka dia pun berkata,

“Wahai Allah, selesai janjiku dari yang pertama yaitu pencuri lalu bagaimana dengan orang tua yang kikir?”

Ternyata orang tua yang kikir itu tidak berapa lama ia membangun suatu rumah untuk Sedekah, untuk yatim dan anak – anak miskin dan Fuqara, Kenapa ? karena ia jadi Taubat.
Orangtua yang kikir berfikir, “aku ini orang kaya disedekahi orang, karna apa ? karena aku kikir”
akhirnya ia pun bertaubat kepada Allah, ia bangun rumah. Sedekah ia wakafkan, pahalanya orang ini sampai juga pada penyedekah pertama (yang sembunyi2), demikian Dahsyatnya rahasia kemulianNya,

Dan ia pun berkata “Allah aku memahami yang ke dua, lalu bagaimana dengan yang ketiga?”

Tidak ada jawaban, sampai hampir 30 tahun.

Lalu suatu hari ia mendengar dua orang ulama, adik kakak. Dua – duanya ulama yang Shaleh, dua – duanya pemuda, maka ia berkata

“aduh aku ingin kenal dengan dua pemuda ini”

Ulama2 ini ternyata sulit dijumpai, diikuti muridnya, ternyata untuk berjumpa sulit.

“Wah, hebat sekali ini adik kakak ini, dua – duanya ulama, dua – duanya Shaleh, dua – duanya berhasil dan sukses,” maka ia Tanya kepada orang di sekitarnya:

“Ini asal muasalnya anak ini ulama ini dari mana ? dua pemuda ini”

Dijawab, “Mereka dulu ibunya adalah seorang pelacur tapi karena di beri sedekah oleh seorang yang sedekah sembunyi – sembunyi, Taubat. Lantas kemudian dia pakai uang itu untuk menyekolahkan dua anaknya ini untuk menjadi ulama, sampai menjadi ulama besar”

Hadirin hadirat, maka orang ini sujud kepada Allah,

Rabbiy Kau tidak kecewakan hamba – hamba Mu, demikian kasih sayang Ilahi subhanahu wata’ala, ribuan orang yang bertaubat dari kedua pemuda shalih itu. Si pemberi yang pertama tentunya ikut mendapatkan pahalanya, walaupun awalnya terlihat buruk namun akhirnya Allah buat sedemikian indah.

dari:

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=293&Itemid=1

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: