Arsip

Posts Tagged ‘shahih’

PUASA RAJAB

Juli 30, 2010 2 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim

PUASA PADA BULAN HARAM

Riwayat yang shahih adalah disunahkannya puasa di BULAN HARAM (Muharram, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijjah).

mengenai keutamaan puasa bulan Rajab saja, maka tak teriwayatkan dalam hadits shahih, banyak diriwayatkan dalam hadits dhoif,

Baca selanjutnya…

Iklan

KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA’BAN

Juli 30, 2010 2 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Agak telat sebenarnya, tapi ya tidak apa-apa. Daripada tidak sama sekali.

=======================================

Banyak hadits hasan yang dipandang mu’tamad oleh para ulama mengenai keutamaan malam nisfu Sya’ban, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi di dalam “An Nawadir” dan oleh Thabrani serta Ibnu Syahi dengan sanad hasan, berasal dari Aisyah r.a. yang menuturkan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah menerangkan, “Pada malam nisfu Sya’ban ini Alah merahmati mereka yang memohon rahmat serta menangguhkan kedengkian orang-orang yang dengki.”

Baca selanjutnya…

TERJEMAHAN DOA NISFU SYA’BAN (sambil dibaca, sekalian saja diniatkan berdoa)

Juli 30, 2010 1 komentar

TERJEMAHAN DOA NISFU SYA’BAN

Ini adalah terjemahan bebas dari doa nisfu Sya’ban yang masyhur teriwayatkan. Doa ini sudah meliputi keselamatan kita di akhirat dan kemudahan hidup di dunia. Ini boleh dibaca saat Sya’ban, saat Ramadhan, saat bulan-bulan yang lain juga tidak apa-apa.

Baca selanjutnya…

TALQIN MAYIT

Juni 5, 2010 10 komentar
Asssalamualaikum wr.wb

Yth. Habib Munzir

saya ingin menanyakan perihal masalah talqin. Apakah ada dalil mengenai talqin ini baik dari quran maupun hadist??itu saja terima kasih

wassalamualikum wr.wb

Baca selanjutnya…

Tahlilan Menurut Hadits Shahih dan Ulama Salaf

Juni 5, 2010 65 komentar

Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk
sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu
berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT
dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih,
Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain. Baca selanjutnya…

Hukum tawasul menurut salaf dan hadits shahih dari Rasulullah

Saudara saudaraku masih banyak yang memohon penjelasan mengenai tawassul,
wahai saudaraku, Allah swt sudah memerintah kita melakukan tawassul, tawassul
adalah mengambil perantara makhluk untuk doa kita pada Allah swt, Allah swt
mengenalkan kita pada Iman dan Islam dengan perantara makhluk Nya, yaitu Nabi
Muhammad saw sebagai perantara pertama kita kepada Allah swt, lalu perantara
kedua adalah para sahabat, lalu perantara ketiga adalah para tabi’in, demikian
berpuluh puluh perantara sampai pada guru kita, yang mengajarkan kita islam, shalat,
puasa, zakat dll, barangkali perantara kita adalah ayah ibu kita, namun diatas mereka
ada perantara, demikian bersambung hingga Nabi saw, sampailah kepada Allah swt.
Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada
Allah swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Allah SWT dan
berjuanglah di jalan Allah swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.Al-
Maidah-35). Baca selanjutnya…

Allah ada di langit ?

Dari: (klik untuk download penjelasan yang lebih lengkap mengenai hal ini dan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah)

http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Kitab_Al-%5EAqidah_print3.pdf

Allah ta’ala berfirman: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (Q.S. as-Syura: 11)

Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya. Ulama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam (makhluk Allah) terbagi atas dua bagian; yaitu benda dan sifat benda. Kemudian benda terbagi menjadi dua, yaitu benda yang tidak dapat terbagi lagi karena telah mencapai batas terkecil (para ulama menyebutnya dengan al Jawhar al Fard), dan benda yang dapat terbagi menjadi bagian-bagian (jisim).

Benda yang terakhir ini terbagi menjadi dua macam;
1. Benda Lathif: sesuatu yang tidak dapat dipegang oleh tangan, seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya.
2. Benda Katsif: sesuatu yang dapat dipegang oleh tangan seperti manusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya.

Adapun sifat-sifat benda adalah seperti bergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya. Baca selanjutnya…